Tony Prasetiantono (Ekonom UGM)
Ekonomi Dunia
# 1929: great depression akibat kegagalan kapitalisme
# 1944: krisis pasca Perang Dunia II
# 1980: krisis AS
# 1997: krisis finansial Asia
# 2008: krisis finansial yang dipicu oleh kemacetan subprime mortagage, dan memakan korban bangrutnya Lehmann Brothers, karena Bush tak mau menggelontorkan dana penolong, karena salah satunya LB pendukung Obama, meskipun kerabatnya menjadi petinggi di LB. Resep Alan Greenspan tidak manjur, buktinya AS kolaps yang berimbas pada negara2 lain di dunia.
# PDB AS: USD14 triliun. Komponen penyumbang krisis: pertama, property dengan dana: USD10,2 triliun (subprime mortgage: USD1,5 triliun). Ini berbahaya, karena PDB dihegemoni oleh sektor property. Kedua, otomotif, terancam bangkrutnya The Big Three: General Motors, Cryshler, Ford. Padahal GM biasanya mampu menjual 18 juta unit mobil ke seluruh dunia. Dengan ”bangkrut”nya TB3, maka Toyota dan Honda akan jadi raja di dunia otomotif. Chicago Tribune, salah satu media besar di AS bangkrut (Kompas, 13/12/2008). Ketiga, kartu kredit: USD 1 triliun. Keempat, suku bunga jangan > 5,5%. Bahkan yang aman sebagaimana Jepang hampir 0%, yang penting sektor riil berjalanm sebagaimana perekonomian syariah.
# PDB Indonesia sekitar Rp4500 triliun (sekarang), harapan Rp5000 triliun (tahun depan), dana terkait property sekitar Rp1012 triliun. Ini tidak terlalu berbahaya, beda dengan AS. Begitu juga dengan kredit sepeda motor (jumlah sepeda motor 40 juta, penduduk 230 juta jiwa) seperti sekarang ini, tidak terlalu berbahaya (angka penjualan 5 juta/tahun). Akan berbahaya jika defisit kita mencapai > 2% PDB: Rp90 triliun. Kondisi sekarang, rupiah aman pada level Rp10.000,00-11.000,00/USD.
# Penurunan level kekayaan akan beribmas pada orang kecil, misalnya penghasilan si pengusaha menurun, maka semula pakai sopir, karena krisis si pengusaha menyetir sendiri.
# ASEAN Plus 3: China, Jepang, Korea merupakan pemilik cadangan devisi terbesar di dunia (55%). China (1,3 miliar jiwa): cadangan devisi: USD1,9 triliun. Jepang hampir USD1 triliun.
# Solusi krisis finasial global: pertama, menurunkan suku bunga mendekati 0,5%. Kedua, mengetatkan fiskal. Ketiga, bail out. Jangan terlalu hemat, karena justru akan menjadikan krisis benar2 terjadi. Dengan konsumsi maka ekonomi rakyat akan berjalan.
Agus Cahyono Adi (Departemen ESDM)
# Ketahanan Nasional: Ketahanan Politik, Ketahanan Ekonomi, Ketahanan Sosial, Ketahanan Budaya >>> Ketahanan Energi
# Kebutuhan energi global rata-rata meningkat sekitar 2% per tahun.
# Sumber energi fosil, khususnya minyak bumi masih mendominasi pangsa pasar global, dan posisi ini diperkiarakan sampai dengan tahun 2030.
# Konsumsi energi final berdasarkan sektor 2006: industri 213.7 juta BOE, transportasi 199.6 juta BOE, rumah tangga dan niaga: 112.8 juta BOE, total: 526.1 juta BOE.
# Energi Perancis 80% dari PLTN (aman), tapi kenapa PLTN Muria tidak ada perkembangannya??? # Biofuel akan tidak menarik masyarakat jika harga BBM tetap murah.
Sandiaga S. Uno, Wirausahawan Terbaik Asia, Ketua Komite Tetap UKM Kadin
# Jangan pernah meremehkan UKM, sekalipun terjadi krisis, karena mereka punya kekuatan daya adaptasi. UKM harus meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya (cost).
# Hindari PHK sebisa mungkin, karena karyawan adalah aset ketimbang meng-hire karywan baru yang jelas2 membutuhkan investasi lagi untuk pelatihan, dll.
# UKM harus memiliki pasar baru, setelah AS dan Eropa ogah menerima barang UKM akibat terkena krisis finansial sekarang ini. puncak pengurangan order akan terjadi tahun 2009. Libya setelah lepas dari embargo, mereka tertarik mebel Indonesia, Hungaria idem.
Hartadi Sarwono (Deputi Gubernur BI)
# Rupiah melemah karena euforia, great ekspektasi karena Obama menang dalam Pilpres AS, sehingga dana masih banyak mengalir kesana. Keanehan terjadi ketika Rp melemah, justru neraca perdagangan kita surplus USD40 miliar, sedangkan ketika Rp kuat surplus kita hanya USD10 miliar.
# Mata uang negara lain juga overvalue, 1 Euro = USD1,6; 1 poundsterling = USD2. Minyak dan Gas
# Ditjen Migas Departemen ESDM: Cadangan Minyak Bumi Indonesia (per 1 Januari 2008), terbukti: 3.747.50 MMSTB; potensial: 4,471.72 MMSTB; total: 8,219.22 MMSTB. # Ditjen Migas Departemen ESDM: Cadang Gas Bumi Indonesia (per 1 Januari 2008), terbukti: 112.07 TSCF; potensial: 57.60TSCF; total: 170.07 TSCF.
# Produksi BBM (200702008): 800 ribu barel/hari, konsumsi/kebutuhan: 1,2 juta barel/hari. # Harga minyak tertinggi USD147/barel, sekarang harga terendah USD40/barel, harga yang oke untuk ekonomi Indonesia: USD60/barel.
# Harga premium Rp6000,00/liter, sekarang Rp5500/liter (aneh kan???)
# Pentingnya menata konsumsi kita, karena posisi kita sekarang adalah importir, bukan lagi eksportir. Tapi anehnya kita pada kondisi seperti ini penjualan mobil meningkat 48%, motor 40%. # Subsidi BBM tidak tepat sasaran, karena orang kaya naik mobil mengisi bensin dengan harga yang sama dengan orang miskin bermotor.
Batubara
# Puslitbang Tekmira: Sumber daya: 93,4 miliar ton. Lignit (kandung air 50%: 60%).
# Gas batubara bisa untuk pupuk, pabrik percontohan kapasitas 30-50 ton batubara/hari akan dibangun di PT Pupuk Kujang Cikampek.
# Investasi awal kilang pencairan batubara: USD8-10 miliar untuk pabrik kapasitas 80.000 bbl/hari. BEP baru dicapai setelah 7 tahun beroperasi. Pembangunan makan waktu 4-5 tahun. Di dunia hanya baru ada satu kilang: Sasol di Afsel.
# Substitusi burner solar dengan burner siklon: 1 liter solar ekuivalen dengan 1,8-2,0 batubara, harga solar Rp8.500,00/liter, harga batubara Rp1.200,00/kg, atau Rp8.500,00 diganti dengan 1,9 x Rp1.200,00= Rp2.280,00, atau penghematan Rp6.220,00 (73%).
# Contoh burner siklon untuk boiler 5 ton uap /jam: dengan solar, 350 liter solar/jam, 1 hari = 24 x 350 x Rp8.500,00 = Rp71.400.000,00. Dengan batubara, 700 kg/jam, 1 hari = 24 x 700 x Rp1.200,00 = Rp20.160.000,00. Atau penghematan biaya bahan bakar per hari = Rp51.240.000,00. Biaya burner siklon 750 kg/jam = Rp190.000.000,00. Jadi, biaya ke,bali dalam waktu kurang dari 1 minggu.
# Batubara diproyeksikan sebagai sumber energi utama pengganti minyak bumi di Indonesia tahun 2025.